Novel Merah Jambu, bacaan di kala kelabu?


“Kuingin mencintaimu dengan sederhana, tanpa mantra dan guna-guna

Tak juga repot dengan seikat bunga, cukup dengan kata cinta” -Gustam-

Jeng-Jeng!!

Akhirnya Novel  Merah Jambu spesial dengan bumbu tanda tangan sampai di tangan

iyei

iyei

Melihat judul serta covernya -dengan model dipanahi love-love- terkesan bahwa ini bacaan untuk kaum “Galau”

Eits tapi-hei tunggu dulu, buku ini patut diperhitungkan.

Jika dikira buku ini penuh dengan curhatan seorang lelaki galau yang mengejar cintanya? mungkin Kamu sedikit benar, hehehehe… namun gaya penulisan yang unik digunakan oleh penulis, membuat saya si pembaca tidak bosan membacanya.

Gustam dengan apik membalut setiap paragraf kata-katanya dengan irama yang sama bak pantun *atau memang ini kumpulan pantun ya?* hahahaha….

Tidak habis pikir juga berapa lama Gustam mencocokkan setiap kata-kata dalam buku ini agar seirama namun juga beralur.

Selama membaca buku ini saya tidak berhenti tersenyum, bahkan ketawa. Kok bisa ya nyambungin kata-kata begini?

So bagi teman-teman yamg membutuhkan kawan di malam kelabu, mungkin buku ini bisa jadi salah satu pilihan. Gak perlu nyiapin otak dengan full imajinasi buat baca buku ini, gak perlu ngeluarin kamus sastra Bahasa Indonesia buat baca buku ini, gak perlu sisihin waktu berbulan-bulan buat baca buku ini, gak perlu punya pacar buat baca buku ini *yg ini gak nyambung*. Buku ini ringan, dan sangat menghibur juga menginspirasi lho.. karena eh karena di akhir cerita ada sedikit spoiler sebenernya tujuan utama buat buku ini adalah untuk ………………

Buku dengan 136 halamannya ini bisa didapatkan di toko buku terdekat teman-teman, kalau saya sih spesial minta antar langsung dari penulis :p

Mau kenal sama penulisnya langsung dan minta novel spesial dengan bumbu tanda tangan or cap bibir?

Follow aja twitnya @BungGuzz kenalan siapa tau bisa jadi model cover di bukunya mendatang 😀

So selamat membaca 🙂

See you in another post