October Escape, 5D4N in Malang (Day 1)


Malang, kota dengan bermacam atraksi wisata baik alam maupun city tour dan Alhamdulillah di bulan dimana saya dilahirkan di dunia, a.k.a Bulan Oktober ini, saya diberi kesempatan untuk berkunjung ke kota yang indah ini. Berhubung sudah pernah menjejakkan kaki di Bromo, jadi perjalanan kali ini hanya City Tour Malang – Batu saja :).

Kami sampai di Malang pukul 9.15 dan menginap di Hotel Trio Indah 2, dengan rate 300rb aja permalamnya, tapi strategis untuk kemana-mana jadi tidak perlu mengangkot deh, yihaaaa hemat ongkos 😀

gambaran peta lokasi hotel trio Indah dengan atraksi wisata di dekatnya, yuvitapohan yuvita.wordpress.com

gambaran peta lokasi hotel trio Indah dengan atraksi wisata di dekatnya,

Setelah early check in, kami berjalan kaki sekitar 10 menit dari hotel ke Museum Malang Tempo Doeloe. Hanya dengan mengeluarkan HTM Rp 15rb, di museum ini kami bisa melihat perkembangan Malang mulai dari masa kerajaan Majapahit hingga menjadi kota seperti sekarang ini.

Pintu Masuk Museum Malang Tempo Doeloe yuvitapohan yuvita.wordpress.com

Pintu Masuk Museum Malang Tempo Doeloe

Interior Museum Malang Tempo Doeloe yuvita pohan yuvita.wordpress.com

Salah satu peninggalan sejarah yang menarik perhatian saya. CELENGAN BABI! ternyata sudah ada dari tahun 1293 dan jadi kepikiran kenapa harus Babi? dan kenapa juga di luar sana celengan ini disebut Piggy Bank, which is artinya BABI juga? lalu kenapa ada BABI ngepet? BAB* jadi kepikiran :p

Interior Museum Malang Tempo Doeloe yuvita pohan yuvita.wordpress.com

Lambang Kota Malang dulu, mirip dengan Lambang salah satu team sepak bola gak sih?

Puas menjelajahi Museum Tempo Doeloe, kami lanjut berjalan ke Alun-Alun Malang dan shalat Dzuhur di Masjid Jami Malang. Hanya butuh waktu 10 menit berjalan dari Museum Malang Tempo Doeloe untuk ke Alun-alun, melewati Gereja Kayu Tangan Malang, Toko Oen dan Monumen KNIP.

Alun Alun Malang yuvita pohan yuvita.wordpress.com

Alun Alun Malang di siang hari

Masjid Jami Alun- Alun Malang yuvita pohan yuvita.wordpress.com

Masjid Jami Malang di Malam Hari

Setelah shalat Dzuhur kami lanjut berjalan sekitar 10 menit ke museum Bentoel, museum rokok tua nan terkenal di Jawa. Poin asyiknya dari Museum ini adalah, GRATIS! hahaha. Dari museum ini dapat dilihat bahwa rokok memang sudah sangat lekat dengan bangsa ini dari dulu kala, dari iklan-iklannya pun dapat terlihat bahwa terdapat image bahwa rokok itu keren, no wonder sampai sekarang tetap terbentu Image bahwa MEROKOK ITU LAKI! MEROKOK ITU KEREN, padahal mah -_-

Tidak terasa ternyata sudah hampir pukul 3 sore dan kami belum makan siang. Lapar melanda gak kuat lagi jalan kaki, kami pun naik angkot AG untuk makan Bakso President. Bakso tesohor di Malang yang unik karena lokasinya ada di samping rel kereta api. Jadi pas kita makan siap-siap aja kalau kereta Api lewat, rasanya begetar, berangin heboh gitu deh. Sampai ada salah satu pegawainya memakai kaos bertuliskan Awas Sepur (awas kereta api) di belakangnya :D. Ternyata Bakso President ini didirikan sejak tahun 1977 oleh Abah Sugito yang awalnya hanya pedagang bakso gerobak keliling, lalu pada tahun 1982, Abah Sugito membangun warung bakso sederhana tepat dibelakang Bioskop President Malang. Untuk rasa, Bakso ini emang enyaaaaaak, dagingnya halus, dan murah (yeee senang!!)

YuvitaPohan yuvita.wordpress.com

Bakso President

Kekenyangan kami melanjutkan perjalanan dengan naik angkot ADL ke Museum brawijaya dari depan Hotel Savana. Di sini kita bisa melihat perjuangan Jendral Soedirman terutama ketika peristiwa 10 November.

Museum Brawijaya yuvitapohan yuvita.wordpress.com

Pintu masuk Museum Brawijaya

Malam pun tiba, saatnya makan malam, karena makan malam jadi inginnya ya cemilan cemilan saja. Pilihan pun jatuh ke Lumpia Hoklay yang sudah ada dari tahun 1946 (tepat satu tahun setelah Indonesia merdeka Bung!). Selain lumpia, depot ini juga terkenal dengan minumam Fosco (Frozen Ice Chocolate), susu coklat yang dimasukkan ke dalam botol coca cola. Rasanya yuumm

Depot Lumpia Hoklay yuvitapohan yuvita.wordpress.com

Depot Lumpia Hoklay

Perut kenyang, hati senang, kami pun kembali ke Hotel untuk istirahat dan bersiap untuk perjalanan ke esokan harinya. Hari ke dua ngapain aja? di post selanjutnya ya 😀

Catatan:

  • Dari Bandara saya tidak menemukan taksi berargo, jadi kami putuskan untuk naik Taxi Bandara dengan harga Rp 80rb.
  • Sebenarnya ada Taxi berargo di Malang, Citra Taxi, buka pintu Rp 5000, kalau pesan tarif minimal Rp 30.000, tapi waktu tiba di Malang kami tidak tahu akan hal ini jadinya naik yg gak berargo deh.
  • Hati hati menyebrang di Malang, pengendara motornya pada kebelet BAB semua saya rasa. Bagaimana tidak dalam satu hari saya sudah lihat 2 kali kecelakaan motor, yang satu kecelekaan tunggal, motor kepeleset karena jalan licin habis hujan, yang kedua menabrak becak yang sedang menyebrang. Syereeeem~~
  • Selain Bakso President ada satu lagi Bakso yang terkenal, yaitu Bakso Bakar Pahlawan Trip, yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari Museum Brawijaya
Advertisements